GHUROBAMUSCATRADIO.COM
  • Home
  • Posts
  • About
  • Contact

Simak lanjutan pembahasan kesalahan persepsi dalam do'a bersama Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary حفظه الله تعالى - Selasa siang WIB, 10/05/2022!

9/5/2022

0 Comments

 
Picture
BismiLLah,

‎السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Hari Selasa ini إن شاء الله akan kita lanjutkan kajian perdana rutin bersama Ustadz  Ahmad Zainuddin Al Banjary hafidzahullahu ta'ala, membahas kitab rujukan AD-DAA’ WA AD-DAWAA’ karya Ibnu Qayyim Al Jauziyyah rahimahullahu ta'ala

Link ZOOM Meeting: https://bit.ly/GMmuslimahUAZ 

Zoom Meeting
Meeting ID: 879 8177 8980

Kajian ini terselenggara berkat kerjasama medsos https://www.facebook.com/ahmadzainuddinalbanjaryfanspage
dan Ghuroba Muscat.

Kajian juga dapat diikuti melalui Live Streaming di:
📹 Youtube: https://youtube.com/c/GhurobaMuscat
📱 Facebook: https://www.facebook.com/AbuShaRayn
📱 Facebook: https://www.facebook.com/Ghuroba.Muslimah
🔊 Internet Radio: https://www.ghurobamuscatradio.com

‎والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته
‎الله يبارك فيكم
# RINGKASAN KAJIAN
================
Termasuk dari kekeliruan dlm berdoa :
- Seorang hamba harus mengetahui bahwa saat berdoa, maka dia terlalu berlebihan, bersandar terhadap pemaafaan ALLAH saja, tanpa takut akan siksa ALLAH.
- Terlalu menunda2 tobat, sehingga salah satu penyebab dia berdoa sehihingga di lambatkan pengabulan doa oleh ALLAH maka akhirnya dia salah satunya menunda2 utk bertobat.
- Beristigfar,Hanya beristifgar di dlm lisan saja. 
- Terkadang jg bersandar dg takdir saat melakukan maksiat, dll.
Az Zumar ayat 53 => kebodohan sangat buruk karena kesyirikan masuk kedlm ayat ini padahal kesyirikan adalah puncak dari dosa2, dan pokok dari dosa2.
ALLAH memberikan magfiroh dari setiap doasa dari dosa apapun. YG di maksud ayat tsb utk orang yg tdk bertobat maka batal nash2 dalil2 ancaman2 yg ALLAH sebutkan seluruh nya, dan akan batal hadist2 pengeluaran orang2 tauhid 
Az Zumar ayat 53 : Seseorang keliru dlm berdoa dgn cara, saat berdoa masih bermaksiat, dgn asumsi ALLAH akan mengabulkan  ampunan dosa2 seluruh nya, atau meski bermaksiat, kl berdoa tetap ALLAH akan ampuni dosa2 nya karena ALLAH mengampuni seluruh dosa2, dan ini kebodohan yg sangat buruk. Seharusnya => ALLAH mengampuni dosa2 orang yg bertobat bukan orang2 yg bermaksiat.
Ahli tauhid meski masuk neraka tetap tdk akan kekal. 
Az Zumar ayat 53 : hanya untuk orang2 yg bertobat, Agar doa di terima maka bertobat kepada ALLAH.
Orang2 yg diampuni dosa nya adalah orang2 yg bertobat.
Dalam surat An Nisa ayat 48  : ALLAH mengkhususkan, membatasi, ALLAH mengampuini seluruh dosa, kecuali syirik. Siapa yg mati diatas kesyirikan tdk akan di ampuni dosanya. Dosa2 selain kesyiirkan akan di ampuni oleh ALLAH jika bertobat (yg di kehendaki ALLAH). => ALLAH tdk mengampuni dosa orang yg mensyirikan NYA.
Kebodohan adalah : Menghandalkan rahmat/magfiroh ALLAH tanpa takut murka siksa ALLAH.
Al Infithar ayat 6 : Dan seperti tertipunya orang2 yg bodoh => Sebagian orang mengatakan membuat manusia tdk mengapa bermaksiat berdosa karena ALLAH Maha Pemurah, maka yg membuat dia durhaka/maksiat, bukan karena dia mendalami kemurahan ALLAH tetapi syaiton/hawa nafsu yg memerintah kebodohan. Dan ALLAH menyebutkan kata al Karim (MAHA PEMURAH), artinya pemimpin, yg keras, yg besar, yg taat, yg tdk boleh melalaikan hak Nya. => Mereka tertipu.
Surat Al Lail ayat 15-16 : tertipu karena tdk ada yg membakar api neraka. 
Surat Al Lail ayat 14 : tdk ada yg membakar neraka jaham tsb kecuali orang2 yg tercela. Neraka yg menyala2, khusus utk neraka dari sejumlah tingkata2 neraka2.
Sebagian orang mengatakan maksiat karena mereka tertipu ALLAH tetap mengabulkan doa mereka karena ALLAH mengampuni dan neraka utk yg mendusatakn ALLAH, berpaling dari ALLAH dan orang2 yg kafir.
Laa yaslaha : tdk ada yg di bakar kecuali orang2 yg celaka. Pembakana di neraka tdk mesti masuk ke dlm kerak neraka karena neraka jahanam bertingkat2. Mesti tdk masuk neraka jahaman tp tetap bisa di bakar.
Surat Al Baqarah ayat 24 : neraka telah di sediakan utk orang2 kafir. Dan Surat Ali Imran surat 133 : surga di sediakan utk orang2 yg bertakwa.
Mereka Tertipu, atau kebodohan dgn meyakini kesalahan memahami ayat2, orang meremehkan bermaksiat kepada ALLAH karena tetap berdoa tetap di kabulkan meski bermasiat. 
Bantahan terhadap dari kaum murjiah yg berpendapat dosa tdk membahayakan keimanan dan utk kaum khawarij yg berpendapat orang berdosa tdk masuk kedlm surga, pasti kekal dlm neraka.
Sebagian orang juga tertipu bermudah2an bermaksiat => dgn berpuasa As Syuro (menghapus dosa yg telah lalu 1 tahun), dan berpuasa hari Arafah (menghapus dosa  1 tahun yg lalu dan 1 tahun yg akan datang) tambahan di dlm pahala. 
Sesungguhnya puasa Ramadhan dg Ramadhan selanjutnya, dgn berpuasa menghapuskan dosa2 diantaranya, namun tdk langsung kecuali disertai meninggalkan dosa2 besar. Maka menguatlah gabungan diantara 2 perkara utk menghapuskan dosa2 kecil. Tdk langsung di ampuni namun harus dgn menjauhi dosa2 besar.
Puasa wajib, sholat jumat, sholat lima waktu => tdk bisa menghapuskan dosa2 kecuali dgn menjauhi dosa besar. Apalagi puasa sunnah, memiliki syarat2, yakni menjauhi dosa2 besar, atau tdk terus menerus dgn dosa2 kecil.
An Nisa ayat 31 : Disertai menjauhi dosa2 besar, maka  Puasa wajib Ramadhan, sholat lima waktu saling tolong menolong dlm menghapuskan dosa2 kecil. 
Hamba tersebut tdk melakukan dosa besar maka puasa As Syuro dan hari Arafah saling tolong menolong dlm menghapuskan dosa2 kecil. 
Jika ingin dosa2 kecil di ampuni maka syaratnya adalah :
-Tidak melakukan dosa besar
-Menjauhi terus menerus dlm dosa kecil.
Jika mengerjakan kedua nya dan mengumpulkan sebab lain (Puasa wajib Ramadhan, sholat lima waktu, puasa As Syuro dan hari Arafah) maka ini lebih kuat lg.
HR Imam Ahmad  (hadist qudsi) : Saat melakukan maksiat bersandar ; Aku (ALLAH) sesuai prasangka hamba KU, maka hendak nya dia berprasangka sesuai dgn kehendak nya. Konsep nya hudznudzon kepada ALLAH => Harus ada usaha utk berbaik sangka kepada ALLAH dan ALLAH menerima tobat2nya. Dan orang2 yg berbuat dosa besar dan kecil, maka buruknya kemaksiat keburukan keharaman akan menahan dia dari berbaik sangka kepada ALLAH.
“Orang yg paling baik sangkaan kepada ALLAH adalah orang yg paling taat kepada Nya.”
Sesungguhnya orang yg beriman saat berbaik sangka kepada Rabb nya maka dia akan baik amalan nya dan orang yg fajir kepada ALLAH maka buruk amalan nya.
Surat Fusillat ayat 23. 
Tdk mungkin ahlu kalam berbaik sangka kepada ALLAH, karena mereka mengira ALLAH tdk punya sifat rela murka, karena sifat2 tsb adalah sifat2 makhluk.
Sebagian orang berdoa mempunyai kesalahan dlm berdoa, tp melakukan maksiat karena meremehkan maksiat dgn berbagai hal.
0 Comments



Leave a Reply.

    Apa yang akan ​kami siarkan?

    Kami akan menyiarkan إن شاء الله siaran relay live streaming audio para Asatidz Indonesia melalui ta'awwun Media Sunnah Indonesia, serta rekaman audio dari para Asatidz lndonesia yang sempat datang dan mengisi kajian Ilmiyah dan Tausiyah ke negara Kesultanan Oman.

    Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'aala meneguhkan kita untuk selalu berada di atas Sunnah.

    ​Amin Allahumma Amin.

    Archives

    September 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    April 2022
    March 2022
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    September 2021
    August 2021
    July 2021
    June 2021
    May 2021
    April 2021
    March 2021
    February 2021
    January 2021
    December 2020
    November 2020
    October 2020
    September 2020
    August 2020
    July 2020
    June 2020
    May 2020

    Categories

    All

    RSS Feed

Ghuroba Muscat - 1444H
  • Home
  • Posts
  • About
  • Contact